---
title: "Automation Rules Mitrachat: Auto-Reply di Luar Jam Kerja dan Routing ke Sales"
description: "Panduan membuat automation rules di Mitrachat untuk auto-reply di luar jam kerja, routing chat berdasarkan intent, auto-tagging kontak, dan follow-up otomatis."
canonical: https://mitrachat.id/blog/automation-rules-mitrachat
publishedAt: 2026-06-24
updatedAt: 2026-06-24
locale: id
author: Mitrachat
tags:
  - automation
  - rules
  - whatsapp
  - routing
  - tutorial
---
Automation Rules di Mitrachat memungkinkan kamu menangani chat tanpa coding. Cukup pilih trigger, kondisi, dan action. Artikel ini menjelaskan rule paling sering dipakai beserta cara membuatnya.

## Apa itu Automation Rules

Automation Rule terdiri dari tiga bagian:

1. **Trigger** — peristiwa yang memulai rule, misalnya pesan masuk atau intent terdeteksi.
2. **Kondisi** — syarat yang harus terpenuhi, misalnya waktu di luar jam kerja atau teks mengandung kata tertentu.
3. **Action** — apa yang dilakukan sistem, misalnya kirim balasan, routing ke agent, atau memberi tag.

Fitur ini tersedia mulai paket **Growth**.

## Rule 1: Auto-reply di luar jam kerja

Rule ini mengirim pesan otomatis saat customer chat di luar jam operasional.

Cara membuat:

1. Buka menu **Automation** dan klik **New rule**.
2. Pilih kategori **Business hours**.
3. Atur jam kerja, misalnya 09:00 sampai 17:00.
4. Pilih mode **Outside** agar rule aktif di luar jam tersebut.
5. Pilih hari kerja, misalnya Senin sampai Jumat.
6. Tulis pesan balasan, misalnya:

```
Terima kasih sudah menghubungi kami. Jam operasional kami Senin-Jumat 09:00-17:00.
Pesan kamu akan kami balas di jam kerja berikutnya.
```

Tips: jangan berjanji balasan dalam waktu tertentu. Cukup informasikan jam kerja agar ekspektasi customer tepat.

## Rule 2: Routing ke sales berdasarkan intent

Rule ini mengarahkan chat ke sales jika AI mendeteksi niat membeli.

Cara membuat:

1. Buka menu **Automation** dan klik **New rule**.
2. Pilih kategori **Intent routing**.
3. Event trigger: **intent.detected**.
4. Pilih intent, misalnya "sales_inquiry" atau "buy_intent".
5. Action: **route_to_agent**, pilih agent sales yang dituju.

Pastikan AI agent utama sudah dikonfigurasi untuk mendeteksi intent tersebut. Jika belum, tambahkan contoh pertanyaan di system prompt atau knowledge base.

## Rule 3: Handover keyword

Rule ini mengalihkan chat ke human agent jika customer mengetik kata kunci tertentu.

Cara membuat:

1. Pilih kategori **Handover keyword**.
2. Event trigger: **message.received**.
3. Masukkan kata kunci, misalnya: `diskon, nego, telepon, bertemu, komplain`.
4. Action: **request_handover** atau **set_control_mode** ke waiting_admin.

Rule ini cocok untuk kasus yang butuh sentuhan manusia, seperti negosiasi harga atau komplain.

## Rule 4: Auto-tagging kontak baru

Rule ini memberi tag pada kontak baru secara otomatis.

Cara membuat:

1. Pilih kategori **Auto-tagging**.
2. Trigger: **is_new_contact**.
3. Action: **tag_contact**, masukkan tag misalnya "new-lead".

Dengan tag ini, kamu bisa membuat segmentasi untuk blast campaign atau follow-up otomatis.

## Rule 5: Channel-specific routing

Jika kamu punya beberapa channel, rule ini mengarahkan chat dari channel tertentu ke agent yang sesuai.

Cara membuat:

1. Pilih kategori **Channel routing**.
2. Pilih channel, misalnya WhatsApp Business atau Webchat.
3. Action: route_to_agent ke agent yang bertanggung jawab atas channel tersebut.

Ini berguna kalau tim berbeda menangani chat web dan chat WhatsApp.

## Prioritas rule

Setiap rule punya nilai priority. Jika dua rule bisa aktif bersamaan, rule dengan priority lebih tinggi dieksekusi dulu.

Contoh urutan prioritas yang logis:

1. Handover keyword — paling tinggi, karena kasus urgent.
2. Intent routing ke sales.
3. Business hours auto-reply — paling rendah, sebagai fallback.

Cek prioritas di kolom **Priority** saat membuat atau mengedit rule.

## Mengaktifkan dan menonaktifkan rule

Di tabel Automation Center, kamu bisa:

- Toggle aktif/nonaktif per rule.
- Edit rule jika kondisi atau action perlu diubah.
- Hapus rule yang sudah tidak dipakai.

Rule yang nonaktif tidak akan dieksekusi meskipun trigger dan kondisi terpenuhi.

## Monitoring eksekusi rule

Setiap rule menampilkan jumlah eksekusi di tabel Automation Center. Gunakan data ini untuk:

- Melihat rule mana yang paling sering dipakai.
- Mendeteksi rule yang aktif terlalu sering atau terlalu jarang.
- Menentukan apakah kondisi rule perlu disempurnakan.

## Tips membuat rule yang tidak mengganggu customer

- **Jangan buat terlalu banyak rule.** Mulai dari 2-3 rule utama, lalu tambahkan jika diperlukan.
- **Hindari auto-reply bertumpuk.** Jika ada rule business hours dan rule greeting, pastikan hanya satu yang aktif dalam satu kondisi.
- **Test rule di Playground atau dengan nomor cadangan sebelum live.**
- **Pantau failed outbox.** Jika ada pesan yang gagal terkirim, biasanya masalahnya di template atau kondisi rule.

## Troubleshooting

**Rule tidak aktif**

- Cek apakah rule statusnya aktif.
- Pastikan trigger event tersedia untuk paket kamu.
- Pastikan prioritas rule tidak tertimpa rule lain.

**Rule aktif tapi tidak melakukan action**

- Cek kondisi. Jika kondisi terlalu spesifik, rule jarang cocok.
- Cek action. Misalnya, jika action route_to_agent tapi agent_id salah, chat tidak akan terarah.

**Auto-reply di luar jam kerja tidak terkirim**

- Pastikan waktu server dan waktu lokal sama.
- Cek apakah ada rule lain dengan prioritas lebih tinggi yang mengambil alih.

**Customer mendapat balasan ganda**

- Periksa apakah ada dua rule dengan trigger sama dan kondisi yang tumpang tindih.
- Gunakan prioritas untuk menentukan rule mana yang harus menang.

## Langkah berikutnya

Setelah automation rules berjalan, kamu bisa menggabungkannya dengan:

- **AI agent** untuk kualifikasi lead otomatis.
- **Appointments** untuk booking janji temu tanpa intervensi manusia.
- **Blast Campaign** untuk mengirim promo ke kontak yang sudah tertag otomatis.
